Showing posts with label taksonomi. Show all posts
Showing posts with label taksonomi. Show all posts

Friday, December 2, 2016

Penamaan dan Pengelompokkan Tumbuhan

- 0 comments
Penamaan dan pengelompokkan hewan sangat penting untuk mengenali ratusan ribu jenis tumbuhan di bumi ini. Tercatat ada 380 ribu jenis tumbuhan yang telah ditemukan. Dari sejumlah itu terdapat sekitar 234 ribu merupakan tumbuhan berbunga.

Tumbuhan ini terbagi dalam beberapa jenis, misalnya tumbuhan bunga, tumbuhan yang tumbuh di gurun pasir, tumbuhan yang dapat memakan serangga.

Tumbuhan ini sangat berperan dalam menjamin kelangsungan makhluk hidup lain yaitu sebagai penghasil oksigen serta untuk menjaga kestabilan iklim di bumi. Berbeda dengan makhluk lain, seperti hewan misalnya, tumbuhan ini mampu untuk membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.

Pengelompokkan tumbuhan, salah satunya berdasarkan tempat hidupnya. Berdasarkan tempat hidupnya ini, dikenal tumbuhan xerofit, hidrofit,  higrofit dan halofit.
Xerofit adalah tumbuhan yang hidup di tempat yang kering. Misalnya tumbuhan kaktus. Tumbuhan kaktus ini memiliki akar yang panjang untuk dapat mencapai sumber air. Kaktus juga memiliki daun yang berubah menjadi duri untuk mengurangi penguapan air melalui daun.
Hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan berair. Misalnya tumbuhan teratai. Teratai ini memiliki daun yang lebar untuk memperbanyak penguapan.
Higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab. Contohnya tumbuhan lumut.
Halofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan yang kandungan garamnya tinggi. Misalnya pohon kelapa.

Tumbuhan juga dapat dibedakan menjadi tumbuhan perpembuluh dan tidak berpembuluh.
Tumbuhan tidak berpembuluh 
Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak mempunyai jaringan pengangkut. Misalnya lumut. Lumut merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di tempat yang lembab. Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut dibedakan menjadi lumut hati, lumut daun, dan lumut tanduk. Lumut hati sesuai namanya berbentuk hati. Lumut daun tubuhnya menyerupai tanaman tinggi, karena memiliki struktur yang mirip dengan akar, batang, dan daun. Misalnya Sphagnum dan Mitrum. Lumut tanduk sesuai namanya berbentuk menyerupai tanduk.

Tumbuhan berpembuluh
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut ini ada dua yaitu pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Pembuluh kayu (xilem) berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar sampai ke daun. Pembuluh tapis (floem) berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh.
Contoh tumbuhan berpembuluh yaitu tumbuhan paku dan tumbuhan biji.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan tidak berbunga yang tumbuh di tempat-tempat lembab. Tumbuhan ini biasa dipelihara sebagai tanaman hias.

Tumbuhan berbiji terdiri dari tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil.
Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri : tulang daunnya berbentuk pita atau sejajar; tidak memiliki kambium, batangnya beruas dan tidak bercabang serta berakar serabut. Misalnya pohon pisang.
Tumbuhan dikotil memiliki ciri-ciri : tulang daunnya ada yang menjari atau menyirip; batangnya berkambium, batangnya tidak beruas dan bercabang serta berakar tunggang. Misalnya pohon jambu.

Selain pengelompokkan berdasarkan habitat hidupnya maupun pembuluhnya, tumbuhan juga bisa dikelompokkan ke dalam tumbuhan yang bisa dikonsumsi. Tumbuhan yang bisa dikonsumsi dikelompokkan menjadi tumbuhan sayur serta tumbuhan pangan.

Tumbuhan sayur
Sayuran merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber makanan. Berdasarkan bagian-bagian yang dimakan, sayuran dibedakan menjadi sayuran buah (misalnya tomat dan cabe), sayuran berbatang (misalnya seledri), sayuran daun (misalnya bayam dan kubis), sayuran berumbi lapis (misalnya bawang merah dan bawang putih), dan sayuran berumbi batang (misalnya kentang).

Tumbuhan pangan
Kelompok tumbuhan yang dapat dikonsumsi adalah buah-buahan dan polong-polongan. Contoh buah yaitu jambu, pisang, pepaya, anggur dan lain-lain. Contoh polong-polongan yaitu kedelai dan kacang tanah. Sereal merupakan tumbuhan yang menjadi makanan pokok, seperti padi, jagung, gandum, sagu dan sebagainya.

Pengelompokkan lain misalnya ada tumbuhan yang menjadi bahan minuman misalnya kopi dan teh. Ada juga tumbuhan yang menjadi bahan aditif, seperti penyedap (daun salam, bawang putih dan jahe), serta pewarna (anggur, daun jati, tomat, kunir).

Pembahasan lebih lanjut mengenai dunia tumbuhan dapat ditemukan pada postingan selanjutnya.











Sumber referensi
Aryandi, Ari Wahyu. 2009. Dunia Tumbuhan. PT Sarana Panca Karya Nusa
Sumber gambar http://www.discoverlife.org/nh/tx/Plantae/images/links/Polystichum_acrostichoides,I_JP491_1.jpg

[Continue reading...]

Tuesday, November 29, 2016

Penamaan dan Pengelompokkan pada Hewan

- 0 comments
Hewan yang ada di bumi ini banyak sekali dan beraneka ragam. Tentunya akan sangat menyulitkan jika tidak dilakukan penamaan maupun pengelompokkan pada hewan tersebut.

Penaaman terhadap hewan bermanfaat agar kita dapat mengenalinya. Misalnya kita melihat semut, kita tahu bahwa ada semut merah, semut rang rang, semut gula dan sebagainya. Ikan pun banyak jenisnya, ada ikan lele, mujahir, gabus, nila, pari, bandeng dan seterusnya. Tentunya akan sulit bagi kita mengenalinya tanpa memberi nama untuk tiap-tiap jenis hewan tadi.

Penamaan pada hewan menggunakan nama ilmiah, yang dikenal dengan binomial nomenclatureBinomial nomenclature ini adalah cara penamaan makhluk hidup dengan dua kata. Kata pertama menunjukkan marga dan kata kedua menunjukkan jenis. Penggunaan tata nama ini penting karena tidak semua daerah bahkan negara memiliki nama yang sama terhadap jenis hewan tertentu. Misalnya kerbau. Di Jawa Tengah hewan tersebut dinamakan kebo, di Jawa Barat dinamaan munding. Di Filipina kerbau dinamakan karabau, sedangkan bahasa Inggrisnya sendiri adalah buffalo. Nama ilmiah kerbau yang bisa digunakan secara internasional adalah Bubalus bubalis.

Hewan-hewan di muka bumi ini bisa dikelompokkan berdasarkan faktor tertentu. Misalnya berdasarkan tempat hidupnya dikenal hewan yang hidup di darat, hewan hidup di air, dan hewan yang hidup di dua alam (amfibi). Berdasarkan jenis makanannya, hewan bisa dibedakan dengan hewan pemakan tumbuhan (herbivora), hewan pemakan daging (karnivora) dan hewan yang suka makan tumbuhan dan juga hewan (omnivora). Berdasarkan penutup hidunya, hewan juga bisa dibedakan menjadi hewan bersisik, hewan berambut dan hewan bercangkang. Berdasar ada tidaknya tulang belakang, dikenal adanya hewan tak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

Dalam biologi, pengelompokkan hewan tersebut dikenal dengan klasifikasi. Ilmu yang mempelajari klasifikasi itu disebut dengan taksonomi.

Lebih lanjut mengenai klasifikasi atau taksonomi tunggu saja di postingan selanjutnya.

Bacaan lebih lanjut : Aryandi, Ari Wahyu. 2009. Dunia Hewan. PT Sarana Panca Karya Nusa
Sumber gambar : https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2015/06/26/7351/22549-1000xauto-hewan-puasa.jpg

[Continue reading...]

Saturday, November 19, 2016

Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

- 0 comments
Klasifikasi makhluk hidup ini selalu mengalami perkembangan. Klasifikasi ini diakui dan dipakai secara internasional.

Sistem Klasifikasi
a. Klasifikasi sistem alami
Didasarkan pada banyaknya persamaan ciri morfologi. Penganutnya Aristoteles dan Theophrastus
b. Klasifikasi sistem buatan
Didasarkan pada sedikit persamaan ciri morfologi alat reproduksi
c. Klasifikasi sistem filogenik
Didasarkan pada jauh dekatnya kekerabatan antara takson yaitu kelompok yang terbentuk dari pengklasifikasian. Diperkenalkan oleh Darwin (1859).

Klasifikasi versi Carolus Linnaeus
Linnaeus telah memperhatikan urutan atau tingkatan kelompok takson, dari yang tertinggi sampai ke yang terendah seperti :
Kingdom (kerajaan)
Divisi (golongan)
Klasis (kelas)
Ordo (bangsa)
Famili (suku)
Genus (keturunan)
Spesies (jenis)

Beberapa Sistem Klasifikasi
1. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom
a. Plantae (dunia tumbuhan)
b. Animalia (dunia hewan)

2. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom
a. Plantae
b. Fungi
c. Animalia

3. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom
a. Prokariota
b. Fungi
c. Plantae
d. Animalia

4. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
a. Monera
b. Protista
c. Fungsi
d. Plantae
e. Animalia

5. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom
a. Virus
b. Monera
c. Protista
d. Fungi
e. Plantae
f. Animalia

Klasifikasi ini pun terus berkembang, bahkan sudah dikenal sampai 8 kingdom. Untuk penjabaran masing-masing klasifikasi di atas tunggu ya pada postingan selanjutnya

Sumber gambar :
http://creationsafaris.com/images/linnaeus.jpg

[Continue reading...]

Pengantar Klasifikasi Makhluk Hidup

- 0 comments
Makhluk hidup di dunia ini begitu beragam. Dari makhluk hidup yang berukuran sangat kecil sampai yang sangat besar. Dari makhluk hidup yang sederhana sampai makhluk hidup yang sangat kompleks. Pengelompokkan ini dilakukan manusia untuk mempermudah dalam mengenal maupun mempelajari makhluk hidup. Pengelompokkan biasa kita lakukan. Misalnya kita mengelompokkan tumbuhan dalam berbagai jenis. Ada tanaman hiasa, tanaman budi daya, tanaman kacang-kacangan, tanaman perdu, tanaman sayur-sayuran dan sebagainya. Atau dalam dunia hewan, kita biasa mengelompokkan adanya hewan buas, hewan peliharaan dan sebagainya.



Ilmu yang mempelajari mengenai cara atau metode pengklasifikasian makhluk hidup ini disebut dengan taksonomi.

Klasifikasi makhluk hidup ini didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan bentuk kromosom. Makhluk hidup dengan ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam unit-unit tertentu, yang disebut dengan takson. Takson disusun dari takson paling tinggi ke takson paling rendah. Takson dengan sedikit persamaan ciri-ciri dimasukkan ke dalam takson yang tingkatannya lebih tinggi. Semakin rendah takson semakin banyak persamaan ciri-cirinya.

Misalnya ditemukan makhluk hidup dengan ciri-ciri dapat bergerak aktif dan tidak berklorofil maka dapat dipastikan makhluk tersebut dimasukkan dalam golongan hewan. Hewan pun masih dikelompokkan dalam hewan  yang bertulang belakang dan tidak bertulang belakang. Hewan bertulang belakang pun masih bisa dikelompokkan lagi dalam kelompok aves, amfibi, reptilia. pisces, dan mamalia. Demikian juga seterusnya kelompok-kelompok tersebut pun masih bisa dikelompokan lagi, misalnya mamalia dapat dikelompokkan lagi dalam kelompok karnivora, insectivora, marsupialia, redentia, sirenia dan sebagainya.

Manfaat klasifikasi makhluk hidup
Klasifikasi makhluk hidup ini memiliki manfaat atau kegunaan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan. Misalnya kita sedang menguji suatu obat yang akan diberikan pada manusia. Sebelum obat tersebut diterapkan manusia, obat tersebut bisa diuji pada hewan yang memiliki kekerabatan dekat dengan manusia, misalnya pada kera. Ketika obat itu aman dikonsumsi oleh kera tersebut, selanjutnya obat tersebut dapat diujicobakan pada manusia.
Dengan melalui klasifikasi kita juga bisa mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Misalnya tikus memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan jerapah ketimbang dengan buaya. Persamaan antara tikus dan jerapah bisa dilihat dari  sama-sama menyusui, berambut dan hidup di satu alam.

Dalam proses klasifikasi ini diperlukan tata nama (nomen clatur) untuk memberikan nama pada makhluk hidup tertentu.
Penamaan ini dimaksudkan untuk tujuan sebagai berikut.
1. membedakan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain
2. menyusun hubungan kekerabatan antar kelompok
3. memudahkan dalam mengenal ciri-ciri kelompok
4. menunjukkan tingkatan dalam taksonomi.

Tahapan sistem klasifikasi
a. Identifikasi atau pencanderaan ciri-ciri makhluk hidup
b. Pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri
c. Pemberian nama takson




[Continue reading...]
 
Copyright © . Taksonomi Makhluk Hidup - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger